Saturday, August 1, 2020

Masalah Kesehatan Akibat Kolesterol Tinggi, Apa Saja?

Sourcelink : https://hellosehat.com/jantung/kolesterol/komplikasi-kolesterol/




Kolesterol merupakan salah satu zat lemak yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, apabila jumlahnya terlalu banyak di dalam darah, Anda bisa mengalami kolesterol tinggi. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai penyakit lain yang lebih parah lagi jika tidak segera ditangani. Lalu, apa saja penyakit yang mungkin Anda alami akibat kolesterol tinggi? Simak berbagai penyakit yang bisa menjadi komplikasi dari kolesterol berikut ini.
Berbagai penyakit yang mungkin terjadi akibat kolesterol tinggi

Jumlah kolesterol yang terlalu tinggi di dalam darah memang tidak baik untuk kesehatan. Berikut adalah masalah kesehatan lain yang mungkin timbul akibat kolesterol yang terlalu tinggi, misalnya:
1. Nyeri dada (angina)

Salah satu kondisi yang mungkin Anda alami akibat kolesterol tinggi adalah rasa nyeri di dada atau biasa disebut angina. Nyeri di dada umumnya terjadi karena otot jantung tidak mendapatkan asupan darah kaya oksigen sesuai dengan kebutuhannya.

Hal tersebut mungkin terjadi akibat kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah menumpuk pada pembuluh arteri membentuk plak. Plak-plak tersebut menyumbat aliran darah yang kaya akan oksigen menuju jantung. Itu sebabnya darah tidak bisa mencapai jantung dan menyebabkan rasa nyeri di dada.

Sering kali, saat merasakan nyeri di dada akibat penumpukan plak pada pembuluh arteri, Anda mungkin juga mengalami berbagai gejala dari penyakit jantung koroner lainnya.
2. Penyakit jantung koroner

Menurut National, Heart, Lung, and Blood Institute salah satu komplikasi yang mungkin terjadi akibat kolesterol tinggi adalah penyakit jantung koroner. Salah satu gejala dari penyakit ini adalah nyeri dada, kondisi lain yang juga menjadi komplikasi kolesterol.

Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan plak yang terbentuk dari kadar kolesterol berlebih dalam darah. Plak-plak tersebut menumpuk pada pembuluh arteri koroner, sehingga menghambat aliran darah kaya oksigen menuju jantung.

Saat otot jantung tidak mendapatkan asupan darah sesuai kebutuhannya, maka jantung tidak bisa berfungsi secara normal. Sayangnya, sering kali kondisi ini tidak menimbulkan gejala apapun, hingga Anda merasakan gejala yang sudah cukup parah seperti nyeri dada, serangan jantung, atau henti jantung mendadak.

Biasanya, saat mengalami kondisi ini, dokter akan menyarankan Anda mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Sebagai contoh, melakukan olahraga yang baik untuk jantung, mempraktikkan pola makan sehat untuk jantung, dan berbagai cara untuk melakukan pencegahan terhadap berbagai penyakit jantung lainnya.
3. Penyakit arteri karotis (carotid artery disease)

Setiap individu memiliki dua pembuluh arteri karotis yang terletak di bagian belakang leher. Kedua pembuluh arteri ini merupakan jalan darah menuju ke otak. Sayangnya, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menjadi penyebab munculnya penyakit arteri karotis.

Ya, kondisi ini termasuk satu dari beberapa penyakit yang bisa menjadi komplikasi kolesterol. Pasalnya, penumpukan plak pada pembuluh arteri karotis bisa terjadi akibat kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah.

Sama halnya dengan penumpukan plak pada arteri koroner, penumpukan pada arteri karotis juga bisa menyumbat aliran darah kaya oksigen menuju otak, wajah, kulit kepala, dan juga leher. Tentu saja kondisi ini tergolong serius karena dapat menjadi penyebab stroke.

Stroke bisa terjadi jika aliran darah menuju otak terhambat. Jika kondisi ini berlangsung lebih dari beberapa menit saja, sel-sel di dalam otak akan perlahan mati. Kondisi ini menyebabkan beberapa bagian tubuh yang dikontrol oleh sel-sel pada otak.

Jika stroke telah terjadi, kerusakan otak secara permanen mungkin terjadi, hingga mengganggu kemampuan melihat dan berbicara. Pada kasus yang sudah parah, pasien stroke mungkin tidak bisa bergerak dan mengalami kematian.
4. Penyakit arteri perifer (peripheral artery disease)

Penyakit arteri perifer juga bisa terjadi akibat kolesterol tinggi. Sama halnya dengan penyakit arteri lainnya, arteri perifer mungkin terjadi karena adanya penumpukan plak di pembuluh arteri perifer. Hal ini menyebabkan terjadi sumbatan yang menghambat aliran darah menuju kepala, organ tubuh, dan juga anggota badan lainnya.

Sumbatan ini terjadi karena pembuluh darah arteri yang menyempit karena ada tumpukan plak pada pembuluh darah arteri. Hal ini tentu membatasi aliran darah yang kaya akan oksigen ke organ tubuh dan bagian tubuh lainnya.

Umumnya, penyakit arteri perifer memengaruhi pembuluh arteri pada kaki. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan kondisi ini menyebabkan masalah pada aliran darah menuju lengan, ginjal, dan juga perut.

Tentu saja Anda tidak boleh menyepelekan kondisi yang terjadi akibat kolesterol tinggi yang satu ini. Pasalnya, penyakit arteri perifer sering kali luput dari perhatian. Bahkan, tidak jarang orang yang salah mengartikan gejala arteri perifer sebagai kondisi yang lain.

Belum lagi, para ahli medis juga tidak sedikit yang luput dan tidak berhasil mendiagnosis kondisi ini. Padahal, pasien yang mengalami kondisi yang terjadi akibat kolesterol tinggi ini memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke.

Jika penyakit arteri perifer dibiarkan dan tidak segera ditangani dengan pengobatan, pasien yang mengalaminya mungkin harus menjalani amputasi.
5. Serangan jantung

Salah satu faktor risiko yang bisa menjadi penyebab serangan jantung adalah kadar kolesterol tinggi. Saat kadar kolesterol tinggi, kolesterol akan membentuk plak dan menumpuk pada pembuluh darah arteri. Penumpukan tersebut menyebabkan aliran darah menuju jantung menjadi terhambat dan menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK).

Jika PJK tidak segera ditangani dengan baik, pasien akan mengalami serangan jantung. Saat serangan jantung terjadi, bagian jantung yang tidak mendapat asupan darah perlahan akan mati. Masalahnya, kolesterol tinggi memiliki gejala khusus. Gejala kolesterol tinggi baru akan muncul jika pasien telah mengalami komplikasi, salah satu contohnya adalah gejala serangan jantung.

Maka itu, sebelum mengalami berbagai masalah kesehatan akibat kolesterol tinggi, Anda disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kadar kolesterol. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah mengontrol kadar kolesterol di dalam darah dan menjaga kolesterol tetap normal.
6. Stroke

Salah satu masalah kesehatan akibat kolesterol tinggi yang mungkin terjadi adalah stroke. Masalah kesehatan yang satu ini terjadi saat aliran darah menuju ke otak tersumbat. Tentu saja otak tidak bisa menerima sejumlah darah kaya oksigen sesuai dengan kebutuhannya.

Penyumbatan tersebut bisa terjadi jika kadar kolesterol yang berlebih membentuk plak dan menumpuk pada pembuluh darah arteri karotis. Ya, masalah lain seperti penyakit arteri karotis juga bisa menjadi penyebab stroke terjadi.

Tanpa oksigen dan nutrisi yang dibutuhkannya, sel-sel yang terdapat pada otak akan mati dalam hitungan menit saja. Kondisi ini tergolong serius, karena jika tidak mendapatkan penanganan segera, masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat kolesterol tinggi ini dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen, disabilitas, hingga kematian.

Gejala stroke bisa beraneka ragamnya, mulai dari gejala ringan hingga kelumpuhan atau mati rasa pada salah satu sisi tubuh dan wajah. Gejala lainnya termasuk sakit kepala yang parah, kelemahan, serta tidak mampu melihat dan berbicara seperti biasa.
7. Henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest)

Ada pula masalah kesehatan yang juga bisa terjadi akibat kolesterol tinggi, salah satunya adalah henti jantung mendadak. Saat mengalami kondisi ini, jantung berhenti berdetak secara mendadak. Jika hal ini terjadi, darah akan berhenti mengalir ke otak dan seluruh organ vital.

Salah satu penyebab henti jantung mendadak adalah penyakit jantung koroner (PJK). Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit jantung koroner dapat terjadi jika terjadi penumpukan plak yang menyumbat pembuluh arteri. Hal ini menyebabkan aliran darah kaya oksigen tidak dapat mencapai jantung.

Penyumbatan ini terjadi karena kadar kolesterol di dalam darah terlalu tinggi. Kolesterol yang berlebih akan membentuk plak-plak yang nantinya menumpuk di pembuluh darah arteri. Jika penyakit jantung koroner dibiarkan dan tidak segera diatasi, pasien dapat mengalami serangan jantung. Kondisi ini bila tidak segera diatasi dapat berkembang menjadi henti jantung mendadak yang berujung pada kematian.

Oleh sebab itu, jika Anda ingin mencegah berbagai masalah kesehatan yang terjadi akibat kolesterol tinggi, sebaiknya rutinlah memeriksakan kadar kolesterol, setidaknya lima tahun sekali.

Untuk Anda yang telah mencapai usia lanjut usia, disarankan untuk rutin memeriksakan kadar kolesterol dua tahun sekali. Hal ini membantu Anda mengontrol berbagai penyebab dan faktor risiko yang dapat menyebabkan kadar kolesterol tinggi di dalam darah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Kolesterol Tinggi: Ketahui Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Sourcelink : https://hellosehat.com/jantung/kolesterol/kolesterol-tinggi/




Kolesterol sering kali dianggap sebagai hal yang buruk. Padahal, kolesterol dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup. Kolesterol mungkin menjadi suatu kondisi yang tidak baik untuk kesehatan jika jumlahnya berlebih di dalam tubuh. Jadi, bagaimana kolesterol tinggi bisa terjadi? Simak penjelasan lengkap mengenai serba-serbi kolesterol tinggi berikut ini.
Kolesterol tinggi, saat kadar kolesterol berlebihan di dalam darah

Kolesterol adalah zat lunak yang terdapat pada lemak di dalam darah. Zat ini umumnya diproduksi oleh liver secara alami. Kolesterol tergolong penting untuk pembentukan membran sel, hormon-hormon tertentu, serta vitamin D. Mengingat kolesterol tidak dapat larut di dalam air, zat ini tidak bisa menyebar di dalam darah dengan sendirinya.

Untuk menyebarkan kolesterol di dalam darah, dibutuhkan bantuan lipoprotein. Lipoprotein adalah partikel yang terbuat dari lemak dan protein. Lipoprotein membawa kolesterol dan lipid lainnya, yaitu trigliserida, menuju ke aliran darah.

Lipoprotein terbagi atas dua, yaitu low density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL). LDL sering disebut kolesterol jahat karena kolesterol ini menyebarkan kolesterol ke seluruh tubuh. Sedangkan HDL dianggap sebagai kolesterol baik karena membantu menghilangkan kadar kolesterol jahat dari aliran darah.

Oleh sebab itu, kolesterol tinggi adalah kondisi di mana kadar kolesterol LDL tergolong tinggi di dalam darah, sementara kadar HDL justru menurun. Jika kadar kolesterol Anda tinggi, Anda mungkin semakin berisiko mengalami penyakit jantung atau stroke.

Akan tetapi, jika kolesterol Anda tergolong tinggi karena kadar kolesterol HDL yang tinggi, Anda mungkin tidak sedang dalam kondisi yang berbahaya. Kondisi ini bisa disembuhkan dengan cara menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

Sementara itu, kadar trigliserida di dalam darah juga harus diperhatikan. Pasalnya, seiring dengan kolesterol, trigliserida juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda. Jika kadar trigliserida dan kolesterol jahat sama tingginya di dalam darah, Anda berarti mengalami hiperlipidemia.

Hiperlipidemia adalah kondisi ketidakseimbangan lemak dalam darah, yang ditandai dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi. Walaupun keduanya berguna bagi tubuh, bila kadarnya tinggi akan menyebabkan penumpukan plak pada dinding pembuluh darah.

Sama halnya dengan kolesterol tinggi, jika kondisi ini tak segera diatasi, plak tersebut akan membesar dan menyumbat arteri, sehingga menyebabkan penyakit kardiovaskuler, serangan jantung, dan stroke.
Gejala dan tanda-tanda kolesterol tinggi

Pada dasarnya, tidak ada yang disebut dengan gejala kolesterol tinggi. Mengapa demikian? Kondisi ini biasanya tidak menunjukkan gejala khusus. Kolesterol tinggi baru akan menimbulkan gejala saat telah terjadi komplikasi atau menyebabkan penyakit lain yang lebih parah.

Maka itu, tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi apakah kadar kolesterol Anda tergolong tinggi atau masih terdapat pada batas wajar.

Oleh karenanya, Anda mungkin saja mengalami kondisi ini, tapi tidak mengetahuinya. Biasanya, saat kadar kolesterol tinggi di dalam darah meningkat, tubuh Anda akan menyimpan zat yang berlebih ini di pembuluh darah arteri.

Pembuluh darah arteri bertugas mengalirkan darah dari jantung menuju ke seluruh tubuh. Penumpukan zat ini di dalam arteri dikenal sebagai plak. Jika dibiarkan, lama-kelamaan plak dapat membuat pembuluh darah arteri menyempit.

Namun, plak ini juga bisa terpecah hingga membentuk gumpalan-gumpalan darah yang menghalangi peredaran darah dari arteri. Saat itu, arteri tidak bisa mengalirkan darah ke otot jantung dan dapat menyebabkan serangan jantung.

Biasanya, pada kondisi seperti ini, kebanyakan orang baru menyadari bahwa dirinya mengidap kolesterol.
Kapan harus periksa ke dokter?

Tanyakan kepada dokter apabila Anda merasa ingin melakukan tes untuk mengecek kadar kolesterol pada tubuh Anda. Untuk tes kadar zat ini pada anak dan remaja yang tidak memiliki faktor risiko terkena penyakit jantung biasanya akan dilakukan satu kali pada usia 9-11 tahun.

Lalu, tes dilakukan untuk yang kedua kalinya pada rentang usia antara 17-19 tahun. Umumnya, tes ini dilakukan setiap 5 tahun sekali pada anak yang tidak memiliki faktor risiko.

Jika ternyata tes menunjukkan hasil yang kurang baik, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk lebih sering melakukan pengecekan kadar kolesterol.

Begitu pula dengan Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini, penyakit jantung, atau faktor risiko lainnya; kebiasaan merokok, penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi.

Diagnosis dan perawatan yang dilakukan sejak awal berpotensi mencegah kondisi semakin memburuk serta munculnya berbagai kondisi penyakit lainnya.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.
Berbagai penyebab dan faktor risiko kolesterol tinggi

Ada beberapa penyebab dan faktor risiko Anda mengalami kolesterol tinggi, yaitu:
Penyebab kolesterol tinggi

Menurut British Heart Foundation, ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab kolesterol tinggi. Ada yang bisa Anda kontrol dan ada pula yang tidak.

Penyebab kolesterol tinggi yang dapat Anda kontrol:
Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh.
Kurang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya.
Memiliki terlalu banyak lemak di dalam tubuh, khususnya di tubuh bagian tengah.

Sementara itu, ada pula penyebab kolesterol tinggi yang tidak bisa Anda kontrol, seperti:
Usia.
Jenis kelamin.
Riwayat kesehatan keluarga.
Penyakit ginjal atau liver.
Kelenjar tiroid yang tidak bekerja aktif.
Faktor risiko dari kolesterol tinggi

Ada banyak faktor risiko untuk Anda mengalami kondisi ini, yaitu:
1. Pola makan buruk

Salah satu contoh pola makan buruk adalah mengonsumsi lemak jenuh, yang ditemukan pada produk hewani, dan lemak trans, atau lemak yang ditemukan pada kue kering yang dijual bebas dapat meningkatkan kadar kolesterol.

Makanan yang tinggi akan zat ini, seperti daging merah dan produk susu kaya lemak, juga akan meningkatkan jumlah salah satu bagian dari lemak ini. Oleh karenanya, terapkan pola makan sehat dengan mengurangi makanan tinggi kolesterol dan meningkatkan asupan serat yang dapat menurunkan kolesterol.
2. Kurang berolahraga

Kurang berolahraga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kolesterol tinggi. Pasalnya, jika Anda kurang berolahraga, berat badan Anda cenderung meningkat.

Berolahraga dapat meningkatkan kadar HDL dan mengurangi kadar LDL. Dengan begitu, risiko Anda mengalami kondisi akan berkurang.
3. Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok dapat merusak pembuluh darah Anda, sehingga semakin mudah terjadi penumpukan lemak di dalamnya. Kebiasaan ini juga dapat menurunkan kadar HDL di dalam tubuh. Apabila Anda perokok, cobalah untuk berhenti menggunakannya demi hidup yang lebih sehat.
4. Obesitas

Obesitas sering kali dikaitkan dengan kadar trigliserida tinggi, kadar LDL yang lebih tinggi, dan kadar HDL yang cenderung rendah. Maka itu, obesitas dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Memiliki indeks massa tubuh 30 atau lebih memberikan Anda memiliki risiko mengalami kolesterol tinggi.
5. Usia

Seiring bertambahnya usia, risiko Anda mengalami kondisi ini juga semakin meningkat. Pasalnya, semakin tua usia Anda, liver Anda semakin tidak mampu menghilangkan LDL dari dalam tubuh. Jika memiliki gaya hidup yang juga tak sehat, usia bisa menjadi salah satu penyebab Anda mengalami kondisi ini.
6. Genetik

Di dalam sebuah keluarga, terkadang tidak hanya gen yang diturunkan namun perilaku, gaya hidup, dan lingkungan juga ikut menurun dari orangtua ke anak. Pengaruh yang diberikan oleh orangtua kepada anak sering kali meningkatkan risiko keturunannya untuk memiliki kadar kolesterol tinggi.

Risiko dari kondisi ini dapat meningkat lebih besar lagi jika faktor genetik ini “diimbangi” dengan gaya hidup yang tidak sehat seperti tidak menjaga pola makan atau melakukan kebiasaan merokok.
7. Diabetes tipe 2

Kadar gula darah tinggi juga berpengaruh terhadap kadar LDL sangat tinggi atau biasa disebut very-low-density lipoprotein (VLDL). Selain itu, kadar gula darah tinggi juga dapat menurunkan kadar HDL di dalam darah. Jika keduanya terjadi, risiko Anda mengalami penyakit jantung dan stroke menjadi semakin tinggi.
8. Jenis kelamin

Sebelum memasuki masa menopause, para wanita cenderung memiliki lebih banyak LDL dibanding para pria di usia yang sama. Namun, seiring berjalannya waktu, kadar kolesterol pria dan wanita akan sama-sama mengalami peningkatan hingga menginjak usia 60-65 tahun.
Komplikasi dari kolesterol tinggi

Kolesterol tinggi nyatanya dapat menyebabkan masalah kesehatan lain akibat terjadinya komplikasi. Di antaranya adalah:
1. Penyakit jantung koroner

Salah satu komplikasi dari kolesterol tinggi adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini terjadi karena adanya penumpukan plak pada pembuluh darah arteri. Biasanya, penyakit jantung koroner juga ditandai dengan nyeri di bagian dada atau angina.

Rasa sakit atau nyeri pada bagian dada mungkin terjadi jika Anda memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Jika arteri terdampak, kebutuhan jantung akan darah mungkin akan bermasalah. Selain sakit di dada, Anda mungkin mengalami gejala dari penyakit arteri koroner lainnya.
2. Serangan jantung

Jika terjadi penumpukan kolesterol berlebih, tumpukan kolesterol ini berubah menjadi plak. Saat plak terpecah, perdarahan mungkin terjadi. Perdarahan bisa terbentuk pada bagian tubuh yang terdapat plak tersebut sehingga menghalangi aliran darah.

Jika aliran darah terhenti dan tidak dapat mengalir ke jantung, Anda mungkin akan mengalami serangan jantung.
3. Stroke

Sama halnya dengan serangan jantung, stroke mungkin terjadi apabila ada perdarahan yang menghalangi aliran darah menuju otak. Aliran darah mungkin terhalang akibat adanya plak atau penumpukan kolesterol pada area tertentu yang menyumbat pembuluh darah.
Bagaimana kolesterol tinggi didiagnosis?

Jika Anda ingin tahu kadar kolesterol yang Anda miliki di dalam tubuh, pergilah ke dokter. Dokter akan membantu Anda melakukan tes darah yang disebut dengan lipid panel. Tes ini memang dikhususkan untuk mengecek kadar kolesterol di dalam darah Anda.

Lipid panel akan mengukur kadar zat ini di dalam tubuh Anda secara keseluruhan, termasuk jumlah LDL, HDL, dan juga trigliserida.

Dalam melakukan tes ini, dokter atau ahli medis profesional lainnya akan mengambil sampel darah Anda. Setelah itu, sampel ini akan dikirim ke laboratorium untuk analisis. Saat hasil tes Anda telah rilis, Anda akan diberi tahu apabila ada kadar kolesterol Anda yang cenderung terlalu tinggi.

Untuk pengukuran yang paling akurat, jangan mengonsumsi apapun (selain air putih) selama 9-12 jam sebelum sampel darah diambil.

Standar normal dari kadar zat ini dapat berbeda pada satu laboratorium dengan yang lain. Tanyakan dokter untuk informasi lebih lanjut mengenai hasil diagnosis yang Anda dapatkan.
Pilihan obat-obatan untuk mengatasi kolesterol tinggi

Perubahan gaya hidup seperti berolahraga dan mengonsumsi pola makan sehat adalah perlawanan utama yang bisa Anda lakukan dalam menghadapi kondisi ini.

Oleh sebab itu, sebelum Anda menggunakan berbagai cara lain, cobalah untuk mengubah gaya hidup Anda terlebih dahulu menjadi gaya hidup yang sehat. Namun, apabila usaha Anda masih belum membuahkan hasil dan kadar kolesterol masih tergolong tinggi, dokter akan merekomendasikan pemilihan obat yang sesuai dengan Anda.

Ada beberapa jenis obat-obatan yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kondisi kolesterol tinggi. Penggunaan obat ini tergantung pada berbagai faktor, seperti faktor risiko individu, usia, kondisi kesehatan dan kemungkinan efek samping. Pilihan umumnya meliputi:
1. Statin

Statin adalah golongan obat-obatan yang menghalangi zat di dalam liver Anda yang dibutuhkan untuk membentuk kolesterol. Hal ini menyebabkan liver Anda dapat menghilangkan zat dari dalam darah Anda.

Obat ini juga bisa membantu tubuh Anda menyerap kembali kolesterol yang menempel di dinding arteri, sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit arteri koroner. Meski begitu, tidak semua orang boleh mengonsumsi obat ini. Penggunaan obat ini juga dapat memberikan efek samping seperti masalah otot yang cukup serius.
2. Bile-acid-binding resins

Liver Anda akan menggunakan kolesterol untuk membuat asam empedu, yaitu zat yang dibutuhkan tubuh dalam proses metabolisme. Obat-obatan seperti cholestyramine (Prevalite), colesevelam (Welchol) dan colestipol (Colestid) dapat menurunkan kadar zat ini secara langsung dengan cara mengikat asam empedu.

Dengan menggunakan obat ini, liver Anda akan menggunakan kelebihan zat ini untuk membuat asam empedu yang lebih banyak lagi, sehingga dapat mengurangi kadar zat ini di dalam tubuh.
3. Cholesterol absorption inhibitors

Usus kecil Anda menyerap zat ini yang berasal dari makanan yang Anda makan, lalu melepaskannya pada aliran darah. Obat seperti ezetimibe (Zetia) dapat membantu mengurangi kadar kolesterol di dalam darah dengan membatasi penyerapan zat ini yang Anda dapatkan dari makanan. Obat ini bisa digunakan bersamaan dengan obat statin untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal.
4. Obat-obatan fibrate

Fenofibrate dan gemfibrozil adalah beberapa jenis dari obat fibrate yang dapat membantu menurunkan kadar trigliserida di dalam darah. Obat ini bisa mempercepat pengurangan kadar trigliserida di dalam darah.

Namun, Anda tidak disarankan menggunakan obat-obatan ini jika Anda memiliki masalah ginjal yang cukup parah, serta penyakit liver.
5. Minyak ikan

Asam lemak omega 3 atau bisa juga disebut minyak ikan adalah salah satu jenis obat yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi kadar trigliserida yang tinggi di dalam darah. Biasanya, obat ini akan diresepkan oleh dokter.

Pasalnya, jika Anda membeli minyak ikan tanpa arahan dari dokter, Anda mungkin mengalami masalah kesehatan lain, misalnya perdarahan. Oleh sebab itu, tanyakan kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan suplemen makan penurun kolesterol.
6. Niacin

Niacin dapat menurunkan kadar trigliserida sekaligus kolesterol LDL di dalam darah. Namun, obat ini bisa berinteraksi dengan obat-obatan lain yang Anda gunakan. Maka dari itu, sebaiknya konsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika Anda ingin mengatasi kadar kolesterol tinggi dengan niacin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Hal-hal yang Bisa Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Sourcelink : https://hellosehat.com/jantung/kolesterol/penyebab-kolesterol/




Kolesterol tinggi sering dijuluki sebagai penyakit yang hanya bisa menimpa orang tua atau orang gemuk. Padahal, kolesterol tinggi juga bisa dialami orang yang berusia muda dan bertubuh kurus. Oleh karena itu, penting bagi Anda mengetahui apa saja penyebab kolesterol naik untuk mengetahui seberapa besar risiko Anda, juga sekaligus menghindari risiko komplikasinya di kemudian hari. Lalu, apa saja sih penyebab kolesterol tinggi? Simak penjelasannya berikut ini.
Berbagai penyebab dan faktor risiko kolesterol tinggi

Faktanya, ada banyak hal yang bisa jadi penyebab kolesterol tinggi. Mulai dari kebiasaan sehari-hari yang sebenarnya bisa dicegah hingga kondisi medis tertentu.
1. Pertambahan usia



Salah satu faktor risiko kolesterol tinggi adalah usia. Semakin bertambahnya usia Anda, maka kemungkinan untuk mengalami kondisi ini semakin besar. Sebagai contoh, pria yang usianya sudah menginjak 45 tahun ke atas dan wanita yang usianya sudah lebih dari 55 tahun ke atas, memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami kolesterol tinggi dan serangan jantung.

Namun, bukan berarti pada usia yang telah disebutkan, Anda pasti mengalami kondisi tersebut. Saat usia menjadi faktor risiko dari kolesterol tinggi, hal ini biasanya dipengaruhi oleh perubahan fungsi dan metabolisme tubuh yang juga semakin menurun. Jadi, tak heran jika kebanyakan orang lanjut usia memiliki kolesterol LDL lebih tinggi daripada anak muda.


Akan tetapi, bukan berarti anak muda tidak bisa mengalami kondisi tersebut. Apalagi, kondisi ini seringnya tidak menunjukkan gejala tertentu. Maka dari itu, Anda tetap harus menjaga kadar kolesterol tetap normal, meski Anda masih muda. Salah satunya dengan menjaga pola makan sehat.
2. Terbiasa pola makan tak sehat



Melansir British Heart Foundation, salah satu penyebab kolesterol adalah kebiasaan makan yang tidak sehat. Kebiasaan makan dan jajan sembarangan dapat menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol dalam darah.
Konsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebih

Mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans memang dapat meningkatkan kadar lemak di dalam tubuh. Masalahnya, semakin tinggi kadar lemak dalam tubuh, semakin tinggi pula potensi Anda mengalami kolesterol tinggi.

Lemak jenuh memang mudah ditemukan pada makanan. Anda bisa menemukannya pada daging sapi, daging domba, mentega, krim, dan keju yang terbuat dari 2% susu.

Sementara itu, makanan yang terbuat dari tumbuhan dan memiliki kandungan kolesterol tinggi adalah kelapa serta minyak kelapa. Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh bisa menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol.

Tak hanya itu, lemak trans adalah lemak yang telah diolah oleh pabrik dan ditambahkan dengan hidrogen untuk membuat minyak sayuran menjadi lebih kental. Sama halnya dengan lemak jenuh, lemak ini juga bisa menjadi penyebab kadar kolesterol tinggi.

Hal ini disebabkan, lemak ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan justru menurunkan kadar kolesterol baik di dalam darah. Mengingat tubuh masih membutuhkan asupan lemak, ganti asupan lemak jenuh dan lemak trans dengan lemak tak jenuh.

Anda bisa menemukannya pada minyak zaitun, buah zaitun, kacang-kacangan seperti kenari dan kacang almond, serta asam lemak omega-3 pada ikan. Pasalnya, lemak tak jenuh dapat membantu Anda mengontrol kadar kolesterol di dalam tubuh.
Konsumsi asupan gula dan alkohol berlebih

Ketika Anda didiagnosis menderita kolesterol tinggi, mungkin Anda hanya fokus untuk untuk membatasi makan makanan berlemak. Namun, banyak yang dari Anda yang tidak memperhatikan asupan gula dan alkohol.

Padahal, kalori berlebih yang mungkin Anda dapatkan dari gula dan alkohol akan berubah menjadi kolesterol trigliserida yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah Anda.

Salah satu cara cara agar kadar kolesterol seimbang adalah dengan mengurangi semua asupan gula, termasuk minuman manis, alkohol, dan karbohidrat olahan seperti roti, dan pasta.
Kurang konsumsi kolesterol

Meski kerap dipandang negatif, nyatanya tubuh membutuhkan kolesterol. Tubuh mendapatkan kolesterol dari dua sumber, yakni dengan membuatnya sendiri di hati serta dari makanan yang dikonsumsi.

Saat asupan kolesterol menurun, tubuh Anda akan memproduksi lebih banyak kolesterol untuk mencukupi kebutuhannya. Oleh sebab itu, terlalu membatasi konsumsi makanan berkolesterol justru dapat mengakibatkan kolesterol Anda melonjak tinggi sekalipun telah hidup sehat. Anda tetap dapat mengonsumsi jenis makanan ini asalkan dalam jumlah sewajarnya.
Salah dalam menentukan pantangan

Selain mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak tak jenuh dan mengurangi makanan serta minuman manis, Anda juga perlu mengatur pola makan. Jangan sampai Anda salah dalam menentukan pantangan makanan.

Biasanya, untuk menghindari kolesterol, Anda menghindari telur yang mengandung kolesterol tinggi. Padahal, saat menghindarinya, Anda justru melewatkan protein tinggi yang terdapat pada telur.

Anda boleh-boleh saja makan satu butir telur dalam sehari, tetapi tidak disarankan untuk makan steak dan segelas susu setelahnya. Artinya, pastikan bahwa Anda tidak sembarang menghindari segala makanan. Hal yang terpenting adalah menentukan batasan yang tepat.

Cara menetukan pola makan yang tepat adalah dengan membiasakan diri mengonsumsi makanan yang baik untuk kolesterol. Sebagai contoh, mengurangi makanan tinggi kolesterol meski tidak berhenti mengonsumsinya sama sekali dan meningkatkan makanan kaya serat. Ya, makanan berserat dapat menurunkan kolesterol.
3. Malas bergerak



Sadarkah Anda bahwa malas bergerak bisa menjadi salah satu penyebab kadar kolesterol di dalam darah meningkat? Coba pikirkan, berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk tiduran atau duduk leyeh-leyeh sembari mengecek ponsel, menonton televisi, atau hanya bermain game.

Apalagi jika Anda pegawai kantoran yang menghabiskan waktu untuk duduk diam di depan komputer selama berjam-jam. Ya, kurang aktif bergerak dan malas berolahraga bisa menjadi salah satu penyebab kadar kolesterol Anda meningkat.

Apalagi jika hal ini didukung dengan pilihan makanan yang tidak sehat dan kaya akan lemak. Pasalnya, tumpukan lemak akan terus mengendap di dalam pembuluh darah dan tidak terbakar melalui aktivitas fisik seperti olahraga.

Selain itu, olahraga juga dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Maka dari itu, hindari kebiasaan bermalas-malasan dan mulailah rutin berolahraga.
4. Berat badan berlebih



Berat badan berlebih bisa menjadi salah satu penyebab kadar kolesterol tinggi. Pasalnya, kelebihan berat badan biasanya menjadi pertanda kelebihan kadar lemak di dalam tubuh. Kondisi tersebut bisa menjadi penyebab kadar kolesterol ikut tinggi.

Selain itu, kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung yang terjadi akibat kenaikan kolesterol. Sebagai contoh, risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, hingga gagal jantung. Sementara itu, banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kelebihan berat badan, yang juga berujung pada peningkatan kadar kolesterol. Misalnya, malas berolahraga, kebiasaan makan makanan kaya lemak, hingga kurang tidur.

Jika Anda memang tidak ingin mengalami kadar kolesterol tinggi, Anda bisa menghindari penyebab dari kondisi ini dengan cara menjaga berat badan agar tetap ideal. Hal ini menjadi upaya agar kadar kolesterol baik atau HDL dan kadar kolesterol jahat atau LDL di dalam tubuh menjadi stabil.

Untuk mengetahui apakah berat badan Anda sudah tergolong melebihi batas normal, cobalah untuk mengukurnya dengan kalkulator Body Mass Index (BMI). Jika BMI Anda 30 atau lebih maka Anda sudah masuk kategori kelebihan berat badan.

Maka dari itu, dengan berusaha menjaga berat badan agar tetap ideal, berarti Anda telah menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit lain yang mungkin timbul akibat kadar kolesterol tinggi.
5. Kebiasaan merokok



Percaya atau tidak, kebiasaan merokok bisa menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh. Hal ini disebabkan adanya zat acrolein yang terdapat pada rokok. Zat ini dapat memengaruhi kadar LDL di dalam tubuh dengan cara menghalangi kerja enzim yang bertanggung jawab menjaga kadar LDL agar tetap pada batas normal.

Tanpa enzim ini, kolesterol LDL di dalam tubuh menjadi rentan terhadap proses oksidasi. Masalahnya, oksidasi dapat mengubah struktur molekul dan menyebabkan sistem imun tidak lagi mengenali LDL. Hal ini mengakibatkan penumpukan kolesterol jahat di dalam tubuh. Maka dari itu, merokok bisa menjadi penyebab kadar kolesterol tinggi dalam darah.

Jika kadar kolesterol jahat semakin menumpuk di dalam aliran darah Anda, semakin tinggi kondisi ini menjadi penyebab dari serangan jantung dan stroke yang mungkin Anda alami. Oleh sebab itu, berhenti merokok merupakan salah satu upaya yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari salah satu penyebab kolesterol tinggi, sekaligus penyakit dan masalah kesehatan yang tidak Anda inginkan.

Sayangnya, baik perokok aktif maupun pasif sama-sama berisiko tinggi mengalami penyumbatan pembuluh darah arteri yang bisa mengakibatkan berbagai masalah jantung seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Jadi, meski Anda tidak merokok, Anda perlu menghindari asap rokok agar terhindar juga dari penyebab kolesterol tinggi.
6. Miliki penyakit tertentu



Penyebab kolesterol tinggi lainnya adalah riwayat penyakit yang Anda miliki. Ada beberapa penyakit yang berpotensi menyebabkan kadar kolesterol tinggi di dalam darah. Oleh sebab itu, Anda pun harus berhati-hati dengan segala kondisi kesehatan yang Anda miliki.

Beberapa kondisi kesehatan ini mungkin menjadi penyebab kolesterol, sehingga harus Anda waspadai:
Diabetes.
Gangguan liver dan masalah ginjal.
Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Gangguan kelenjar tiroid.

Ada pula obat-obatan tertentu yang bisa menyebabkan kenaikan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik. Beberapa jenis obat-obatan ini meliputi progestin, steroid anabolik, dan kortikosteroid.
Riwayat kesehatan keluarga bisa menyebabkan kolesterol tinggi



Merasa tidak melakukan berbagai hal di atas, tapi kadar kolesterol tetap tinggi? Bisa jadi penyebab kolesterol tinggi yang Anda alami adalah riwayat kesehatan keluarga. Pasalnya, kondisi ini bisa diturunkan dari ayah, ibu, bahkan kakek dan nenek. Kondisi yang bisa menjadi penyebab Anda mengalami kenaikan kadar kolesterol di dalam darah yang disebut familial hypercholesterolemia.

Ya, familial hypercholesterolemia adalah penyakit genetik yang terjadi karena terdapat kerusakan pada kromosom 19. Mutasi gen yang diwariskan dari orangtua dapat mengontrol setiap sel di tubuh kita agar tidak bisa cepat menghilangkan kolesterol LDL, atau bisa juga menyebabkan hati menghasilkan terlalu banyak LDL.

Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak mampu memindahkan kolesterol jahat atau LDL dari dalam darah. Hal ini juga menyebabkan kadar LDL terus meningkat di dalam tubuh orang yang mengalaminya.

Tingkat keparahan dari kondisi ini biasanya dipengaruhi seberapa banyak kadar kolesterol LDL di dalam darah. Jika riwayat keluarga menjadi penyebab tingginya kadar kolesterol di dalam darah, Anda perlu berhati-hati. Selain itu, semakin tinggi kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, semakin tinggi pula risiko terjadi penyempitan pembuluh darah arteri di usia muda.

Segera lakukan tes darah untuk memeriksa seberapa tinggi kadar kolesterol Anda agar dapat segera melakukan pengobatan untuk kolesterol yang tepat. Jika dibiarkan, Anda bisa saja mengalami berbagai masalah kesehatan yang menjadi komplikasi kolesterol.

Salah satu penyebab kolesterol tinggi ini bisa ditandai dengan beberapa kondisi, seperti berikut:
Pasien mengalami xanthoma di beberapa bagian tubuh termasuk tangan, siku, lutut, pergelangan kaki, dan di sekitar kornea mata.
Nyeri di bagian dada atau gejala lain dari penyakit jantung koroner yang muncul di usia muda.
Satu atau kedua betis sering terasa kram saat dipakai berjalan kaki.
Rasa sakit di jari-jemari kaki dan tidak dapat disembuhkan.
Gejala seperti stroke, contohnya kesulitan berbicara, tangan atau kaki terasa lemas, hingga kehilangan keseimbangan tubuh.

Meski kondisi ini terjadi secara turun-temurun di dalam keluarga Anda, bukan berarti kondisi ini tidak bisa diatasi. Sama halnya dengan penyebab lain dari kolesterol, familial hypercholesterolemia juga bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan berbagai obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan kolesterol.

Untuk mengatasi kondisi ini, hal yang paling efektif adalah menjaga pola makan. Anda disarankan untuk mengurangi asupan makanan yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans. Gantilah sumber lemak dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan lemak tak jenuh.

Selain itu, hindari makanan tinggi kolesterol dan tingkatkan asupan serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh. Imbangi pula dengan rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, setidaknya sebanyak 150 menit dalam seminggu. Anda bisa membaginya dengan rutin berolahraga selama 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Kurangi kebiasaan merokok dan juga asupan alkohol yang dapat meningkatkan kolesterol di dalam tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Berbagai Jenis Makanan Pantangan Kolesterol Tinggi





Kolesterol tinggi bisa dialami oleh siapa saja, Anda mungkin salah satu orang yang mengalami kondisi tersebut. Jika kadar kolesterol Anda cenderung tinggi, kini saatnya untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam darah demi mencegah berbagai komplikasi kolesterol yang mungkin terjadi. Demi menurunkan dan menjaga kadar kolesterol tetap normal, Anda bisa melakukannya dengan menghindari makanan tinggi kolesterol dan berbagai pantangan lainnya. Apa saja makanan tinggi kolesterol yang perlu dihindari? Simak penjelasan berikut ini.

Makanan tinggi kolesterol yang sebaiknya dihindari
Ada beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan kolesterol tinggi. Maka itu, bagi penderita kolesterol tinggi, makanan-makanan tersebut sebaiknya dihindari. Lebih baik perbanyak makanan yang baik untuk kolesterol. Tak hanya itu, ada pula makanan yang menjadi pantangan bagi penderita kolesterol. Berikut adalah daftar makanan yang perlu Anda perhatikan:

1. Makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans
Salah satu jenis makanan yang tinggi kolesterol dan sebaiknya menjadi pantangan adalah makanan yang tinggi kandungan lemak jenuh atau lemak trans. Biasanya, jenis nutrisi ini ditemukan pada makanan yang diolah dari hewan, mulai dari daging merah hingga produk olahan susu.

Mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sekaligus kadar kolesterol jahat (LDL). Artinya, risiko Anda mengalami berbagai penyakit jantung seperti serangan jantung dan gagal jantung dapat meningkat.

Sementara itu, lemak trans biasanya ditemukan pada beberapa jenis makanan, meski jumlahnya yang tidak terlalu besar. Selain itu, lemak trans juga terbuat dari minyak yang dibuat melalui proses pembuatan makanan yang disebut hidrogenasi parsial. Lemak trans yang terbuat dari proses ini biasanya meningkatkan total kadar kolesterol di dalam darah.

Jika Anda membiasakan diri mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak trans yang tinggi, kadar kolesterol jahat dan trigliserida juga berpotensi meningkat. Sama halnya dengan mengonsumsi lemak jenuh, mengonsumsi lemak trans juga meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit jantung.

2. Makanan cepat saji
Makanan cepat saji mungkin tidak bisa disebut makanan yang tidak boleh dimakan sama sekali. Namun, makanan ini tidak disarankan untuk dimakan setiap hari, apalagi bagi penderita kolesterol tinggi. Mengapa?

Selain memiliki kandungan kolesterol yang tinggi, makanan cepat saji termasuk tinggi kandungan gula, lemak jenuh, dan lemak trans. Sering mengonsumsi makanan tinggi kolesterol dapat menjadi penyebab kolesterol tinggi dan berbagai masalah kesehatan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kenaikan berat badan.

Sementara, makanan yang memiliki kandungan lemak trans yang tinggi seperti pantangan makanan bagi penderita kolesterol tinggi ini dapat meningkatkan kadar LDL dalam tubuh. Justru, kadar kolesterol baik akan menurun dan potensi Anda mengalami diabetes tipe 2 juga semakin tinggi.

Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Health Promotion Perspectives, terlalu sering makan makanan cepat saji berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, lemak di area perut, serta masalah pada regulasi gula darah dalam tubuh.

Selain itu, makanan cepat saji menjadi salah satu pantangan makanan bagi penderita kolesterol tinggi karena makanan dari restoran cepat saji biasanya tidak memiliki nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh.

3. Makanan yang digoreng
Tahukah Anda teknik memasak dengan cara digoreng sebenarnya bukan teknik memasak yang sehat untuk jantung? Ya, pasalnya, makanan yang digoreng biasanya tinggi akan kolesterol dan seharusnya dihindari. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak memahami bahwa teknik memasak dengan cara digoreng termasuk yang kurang baik untuk kesehatan.

Bahkan, sekalipun makanan sehat seperti kol, jika dimasak dengan cara digoreng, akan menjadi makanan yang tidak sehat. Hal ini disebabkan makanan yang digoreng memiliki kadar kalori yang lebih tinggi dan kandungan lemak trans yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Maka itu, jika Anda masih sering memasak makanan dengan cara digoreng, kini saatnya untuk mengubah perlahan cara memasak berbagai ragam makanan. Sebagai contoh, memasak dengan cara dipanggang, dikukus, direbus, dan berbagai cara lain yang relatif lebih aman untuk kesehatan.

4. Udang
Makanan lain yang tak kalah tinggi kandungan kolesterol di dalamnya adalah udang. Makanan ini menjadi salah satu pantanagan makanan bagi Anda memiliki kolesterol tinggi karena dibandingkan makanan laut lainnya, udang termasuk yang paling tinggi kandungan kolesterol di dalamnya.

Meski udang memiliki nutrisi lain yang juga menyehatkan untuk tubuh, Anda tetap harus mengonsumsi makanan ini dengan hati-hati dan tidak dalam porsi yang berlebihan. Imbangi pula udang yang Anda makan dengan sayur dan buah-buahan segar.

Namun, apabila Anda tidak yakin, lebih baik jangan mengonsumsi udang terlebih dahulu. Tanyakan kepada dokter bagaimana cara mengonsumsi udang yang tepat agar tetap mendapatkan manfaat dari salah satu makanan laut yang satu ini.

Selain udang, ada pula makanan laut lain yang juga memiliki kadar kolesterol, tapi tidak kandungan lemak jenuhnya tergolong rendah, seperti lobster, cumi-cumi, dan juga gurita. Untuk memastikan apakah aman mengonsumsi berbagai makanan laut tersebut, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

5. Kulit
Selain dagingnya, kulit juga merupakan salah satu bagian makanan yang banyak disukai dari sapi, kikil, hingga ayam. Apalagi, kulit ayam yang renyah dan crispy yang biasanya ditemukan pada ayam di restoran cepat saji.

Namun, jika kadar kolesterol Anda tergolong tinggi, kulit tentu akan menjadi salah satu pantangan yang sebaiknya dihindari. Bahkan, jika perlu, Anda tidak usah mengonsumsi kulit sama sekali. Mengapa?

Daging beserta kulitnya memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih banyak dibanding daging tanpa kulit. Oleh sebab itu, jika Anda berniat mengonsumsi ayam goreng, lebih baik hindari mengonsumsi kulitnya.

Jika perlu, buang kulitnya sebelum disajikan agar Anda tidak tergoda untuk memakannya. Hal ini tentu menjadi salah satu upaya yang perlu dilakukan demi menghindari makanan tinggi kolesterol.

Pantangan lain yang perlu diperhatikan bagi penderita kolesterol
Selain berbagai jenis makanan tinggi kolesterol yang sebaiknya dihindari, ada berbagai pantangan lain yang juga tak boleh luput dari perhatian jika ingin menjaga kadar kolesterol tetap normal. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Bermalas-malasan
Jika tidak ingin mengalami obesitas atau berbagai kondisi kesehatan yang erat kaitannya dengan kolesterol tinggi, berhentilah bermalas-malasan. Salah satu caranya dengan selalu menyempatkan diri untuk berolahraga setiap hari.

Anda tidak perlu melakukan olahraga yang berat jika belum terbiasa. Mulailah dengan aktivitas fisik yang ringan. Hal yang terpenting adalah tubuh tetap aktif bergerak. Pasalnya, terlalu sering bermalas-malasan membuat tubuh menjadi jarang digerakkan.

Tentu saja hal ini tidak baik untuk kondisi kesehatan, karena semakin jarang tubuh bergerak, semakin banyak lemak yang menumpuk di dalam tubuh akibat tidak ada aktivitas yang membakar kalori. Padahal, tumpukan lemak di dalam tubuh memicu tingginya kadar kolesterol di dalam darah.

2. Kebiasan merokok
Pada dasarnya, kebiasaan merokok memiliki efek negatif terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh. Artinya, merokok tidak hanya buruk untuk kolesterol, tapi juga untuk kesehatan jantung, paru-paru, dan organ tubuh lainnya.

Kebiasaan merokok dapat menyebabkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah menjadi lebih lengket. Jika tekstur LDL semakin lengket, kolesterol jahat ini akan menempel pada pembuluh darah arteri dan menyumbatnya.

Pembuluh darah arteri yang tersumbat menyebabkan aliran darah menuju jantung menjadi terhambat dan jantung tidak mendapatkan asupan oksigen dari darah sesuai kebutuhan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya serangan jantung.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Hal-hal yang Bisa Menyebabkan Kolesterol Tinggi
Bagaimana Cara Mengetahui Jika Saya Punya Kolesterol Tinggi?

Masalah Kesehatan Akibat Kolesterol Tinggi, Apa Saja?

Sourcelink :  https://hellosehat.com/jantung/kolesterol/komplikasi-kolesterol/ Kolesterol merupakan salah satu zat lemak yang dibutuhk...